Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – Iran kembali menggelar perundingan nuklir dengan Amerika Serikat di Jenewa pada Kamis (26/2/2026).
Salah satu isu sensitif dalam negosiasi tersebut adalah kemampuan rudal balistik Teheran, yang selama ini menjadi perhatian utama Barat.
Berikut gambaran kemampuan dan strategi rudal Iran dilansir dari Reuters Kamis (26/2026):
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil Kamis (26/2), Pasar Tunggu Hasil Perundingan AS-Iran
Apa Itu Rudal Balistik?
Rudal balistik adalah senjata roket yang diarahkan pada fase awal peluncuran, lalu mengikuti lintasan jatuh bebas (free-fall) menuju target.
Hulu ledaknya dapat membawa bahan peledak konvensional, atau secara teoritis muatan biologis, kimia, maupun nuklir.
Negara-negara Barat menilai arsenal rudal Iran sebagai ancaman terhadap stabilitas Timur Tengah dan potensi wahana pengantar senjata nuklir jika Teheran mengembangkan bom atom. Iran sendiri membantah memiliki niat membangun senjata nuklir.
Baca Juga: PM Lawrence Wong: Tak Akan Ada Jobless Growth di Singapura Meski AI Ubah Ekonomi
Jenis dan Jangkauan Rudal Iran
Menurut Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Iran memiliki stok rudal balistik terbesar di Timur Tengah.
Teheran menetapkan batas jangkauan maksimum 2.000 kilometer yang menurut pejabat Iran sudah cukup untuk menjangkau Israel.
Sejumlah fasilitas rudal berada di sekitar Teheran dan beberapa provinsi lain, termasuk lokasi bawah tanah yang disebut “kota rudal” di Kermanshah, Semnan, dan wilayah dekat Teluk.
Baca Juga: Negosiasi Nuklir Iran: Nasib Perundingan Genting di Jenewa!
Berdasarkan kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS), beberapa rudal jarak menengah hingga jauh Iran meliputi:
- Sejil (2.000 km)
- Emad (1.700 km)
- Ghadr (2.000 km)
- Shahab-3 (1.300 km)
- Khorramshahr (2.000 km)
- Hoveyzeh (1.350 km)
Baca Juga: Korea Selatan dan Uni Emirat Arab Teken Kerja Sama Pertahanan Senilai US$35 Miliar
Sementara itu, Arms Control Association menyebut arsenal Iran juga mencakup:
- Shahab-1 (±300 km)
- Zolfaghar (700 km)
- Shahab-3 (800–1.000 km)
- Emad-1 (dikembangkan, 2.000 km)
- Model Sejil versi pengembangan (1.500–2.500 km)
Media semi-resmi ISNA pada April 2025 mempublikasikan grafik sembilan rudal yang diklaim mampu menjangkau Israel, termasuk Sejil, Kheibar (2.000 km), dan Haj Qasem (1.400 km).
Selain rudal balistik, Iran juga memiliki rudal jelajah seperti Kh-55 yang diluncurkan dari udara, dengan jangkauan hingga 3.000 km.
Baca Juga: LSEG Berencana Buyback Saham US$4,1 Miliar di Tengah Tekanan Investor dan Ancaman AI













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)