kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Tanda Bahaya dari China: Ekspor Ngebut, Domestik Melemah, Risiko Krisis Mengintai


Selasa, 21 Oktober 2025 / 07:46 WIB
Tanda Bahaya dari China: Ekspor Ngebut, Domestik Melemah, Risiko Krisis Mengintai
ILUSTRASI. Pertumbuhan ekonomi China melambat ke level terendah dalam setahun pada kuartal III 2025, ketika lemahnya permintaan domestik membuat negeri itu kembali bergantung pada sektor ekspor. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Apakah Butuh Stimulus Tambahan?

Secara keseluruhan, ekonomi China tumbuh 5,2% sepanjang Januari–September 2025. Jika pada kuartal IV terlihat tanda-tanda pelemahan, pemerintah memiliki opsi mempercepat investasi infrastruktur. Apalagi, mereka telah mulai mempercepat penerbitan obligasi untuk tahun 2026.

Investasi aset tetap tercatat turun 0,5% (yoy) selama sembilan bulan pertama — memberi ruang untuk ekspansi tambahan.

Beberapa analis menilai stimulus tambahan tidak mendesak karena target pertumbuhan tahunan masih dalam jangkauan. Namun, sebagian lainnya menilai masih ada alasan kuat untuk mendukung sektor-sektor yang tertinggal.

Tonton: Ekonomi China Kian Melambat, Pertumbuhan Kuartal III Terendah di 2025!

“Karena target pertumbuhan tampaknya akan tercapai, urgensi kebijakan bisa berkurang,” ujar Lynn Song, Kepala Ekonom Greater China di ING. “Namun lemahnya kepercayaan konsumen, rendahnya investasi, dan penurunan harga properti tetap perlu segera ditangani.”


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×