kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.780   -87,00   -0,49%
  • IDX 6.472   78,20   1,22%
  • KOMPAS100 838   12,71   1,54%
  • LQ45 636   8,25   1,31%
  • ISSI 228   3,10   1,38%
  • IDX30 354   3,37   0,96%
  • IDXHIDIV20 430   2,79   0,65%
  • IDX80 96   1,41   1,49%
  • IDXV30 120   0,40   0,34%
  • IDXQ30 112   0,93   0,84%

Kapal Kontainer Korea Selatan Akan Menjajal Rute Arktik Menuju Eropa


Kamis, 20 Agustus 2026 / 10:42 WIB
Kapal Kontainer Korea Selatan Akan Menjajal Rute Arktik Menuju Eropa
ILUSTRASI. Korea Selatan akan melepas keberangkatan sebuah kapal peti kemas menuju Eropa melalui Arktik. (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan akan melepas keberangkatan sebuah kapal peti kemas menuju Eropa melalui Arktik. Langkah ini bertujuan menguji apakah rute yang terbuka akibat mencairnya es laut tersebut layak secara komersial, namun juga berisiko menimbulkan gesekan dengan sekutu Barat karena pelayaran ini memerlukan kerja sama dengan Rusia.

Jika berhasil, perjalanan ini akan menjadi pelayaran komersial pertama Korea Selatan ke Eropa melalui Arktik. 

Hal ini akan menempatkan Korea Selatan sejajar dengan China dan Rusia sebagai segelintir negara yang perusahaan pelayarannya telah menguji atau menjalankan layanan pengangkutan kargo di rute tersebut. 

Baca Juga: Chery Siapkan IPO Divisi Robot, Bidik Pasar Luar Negeri untuk Robot Polisi

Mengutip Reuters, Kamis (20/8/2026), kapal PanStar Acro akan berlayar ke arah utara dari pelabuhan Busan, dan akan singgah di Felixstowe (Inggris), Rotterdam (Belanda), dan Gdansk (Polandia) sebelum kembali. Perjalanan ini diperkirakan memakan waktu 40 hingga 45 hari, menurut operator kapal, PanStar.

"Sekitar bulan September, saat pelayaran ini sebagian besar berlangsung, es laut Arktik berada pada titik terendah sepanjang tahun, sehingga memungkinkan navigasi yang lebih aman," ujar seorang pejabat perusahaan tersebut tanpa menyebut nama, karena ia tidak memiliki wewenang untuk berbicara kepada media.

Presiden Lee Jae-myung telah menetapkan pelayaran Arktik sebagai prioritas. Para pejabat menyatakan bahwa langkah ini dapat membantu mengubah pelabuhan Busan di wilayah tenggara menjadi pusat maritim global dan menjadikan Arktik sebagai rute perdagangan reguler pada tahun 2030.

Diplomat Barat Keberatan

Namun, para diplomat Barat keberatan dengan rencana ini karena mengharuskan Seoul berkonsultasi dengan Rusia dan mengurus izin untuk pelayaran kapal tersebut. 

"Kami ingin mengisolasi Rusia; kami tidak ingin menjalin hubungan dengan Rusia," ujar seorang diplomat Eropa, merujuk pada perang Rusia di Ukraina, seraya menambahkan bahwa kekhawatiran tersebut telah disampaikan kepada para pejabat Korea Selatan. 
Para ahli pelayaran Arktik juga menyatakan bahwa Korea Selatan berisiko melanggar sanksi jika kapal tersebut meminta bantuan Rusia untuk mengatasi masalah di sepanjang rute, seperti terjebak di dalam es. 
Kementerian Kelautan Korea Selatan dan Kementerian Luar Negeri Rusia tidak menanggapi permintaan komentar.

Es Laut  Arktik Mencair, Rute Jadi Menarik

Mencairnya es laut Arktik yang lebih cepat akibat pemanasan global membuat uji coba Rute Laut Utara (Northern Sea Route/NSR)—demikian sebutan rute tersebut—menjadi lebih layak dilakukan pada musim panas ini. 

Seiring meningkatnya lalu lintas di rute tersebut, yayasan pelacakan asal Norwegia, Centre for High North Logistics, mencatat bahwa 88 kapal melakukan 103 pelayaran melintasi NSR pada tahun lalu; angka ini meningkat dari 97 pelayaran pada tahun 2024 dan 43 pelayaran pada tahun 2022, dengan sebagian besar kapal berasal dari negara-negara seperti Rusia dan Tiongkok.

Kementerian Kelautan Korea Selatan menyatakan bahwa rute Arktik dapat memangkas waktu pelayaran hingga 35% dibandingkan rute tradisional Terusan Suez serta menghemat penggunaan bahan bakar. Namun, kelayakan komersialnya mungkin lebih sulit untuk dinilai.

Baca Juga: Adik Kim Jong-un Bantah Klaim Ukraina soal Rencana Kirim 50.000 Tentara ke Rusia

Biaya transportasi per unit untuk rute Arktik membengkak akibat faktor-faktor seperti batasan ukuran kapal dan biaya asuransi, ungkap mantan perwira angkatan laut Hyewon Choi dalam sebuah studi yang diterbitkan tahun lalu di jurnal Ocean Policy Research.

"Kami tidak bisa menggunakan NSR sepanjang tahun," ujarnya kepada Reuters, seraya menambahkan bahwa rute tersebut hanya dapat dilalui oleh kapal peti kemas selama tiga bulan musim panas saat es mencair. 

PanStar, perusahaan yang terpilih dalam tender yang didukung pemerintah untuk pelayaran percontohan ini, membeli kapal peti kemas berkapasitas 2.700 TEU dari HMM dan memodifikasinya untuk pelayaran di wilayah kutub, dengan awak kapal yang terdiri dari 20 orang asal Korea dan Indonesia.

Perusahaan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa mereka sedang mengupayakan muatan minimal 1.300 TEU yang mencakup suku cadang otomotif, makanan, dan kosmetik, serta pengiriman barang dari China dan Jepang, di mana klien dari Jepang telah menyatakan minatnya.

China sudah berupaya mengamankan keunggulan sebagai pelaku pertama di rute tersebut, sehingga pelayaran oleh pihak Korea Selatan menjadi semakin mendesak, ujar pejabat PanStar itu.

"Korea harus mulai mengumpulkan pengalaman operasional dan data yang selama ini belum dimilikinya, jika tujuan nasional untuk menghadirkan layanan terjadwal komersial pada tahun 2030 ingin dicapai." Perusahaan peti kemas asal China, Sea Legend Shipping, berencana meluncurkan layanan peti kemas reguler pertama ke Eropa melalui NSR, menurut operator rute tersebut yang berasal dari Rusia.




TERBARU

[X]
×