kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Kapan pandemi COVID-19 akan berakhir? Ini jawaban direktur jenderal WHO


Selasa, 03 Agustus 2021 / 23:25 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Tapi, kenaikan kasus juga didorong peningkatan mobilitas sosial, penerapan protokol kesehatan yang tidak konsisten, serta penggunaan vaksin yang tidak adil.

Tedros memastikan, WHO terus bekerja setiap hari dengan jaringan pakar global mereka untuk mencari tahu, mengapa varian Delta menyebar begitu cepat.

"Tetapi, kami membutuhkan pengujian yang lebih strategis untuk meningkatkan pemahaman global tentang di mana virus itu berada, di mana intervensi kesehatan masyarakat paling dibutuhkan, dan untuk mengisolasi kasus dan mengurangi penularan," imbuhnya.

"Kami membutuhkan lebih banyak penelitian dan pengembangan untuk memastikan tes, perawatan, vaksin, dan alat lain tetap efektif terhadap varian Delta dan varian baru lainnya," kata Tedros.

Selanjutnya: Kenali, ini gejala happy hypoxia pada pasien Covid-19




TERBARU

[X]
×