Sumber: Daily Beast | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Di lingkaran dalam Trump, situasinya disebut seperti realitas ganda yang aneh. Di satu sisi, Trump berbicara soal kematian, warisan, dan apa yang akan ia tinggalkan, mulai dari ballroom East Wing senilai US$ 400 juta hingga monumen “Arc de Trump” yang ingin ia bangun berhadapan dengan Lincoln Memorial.
Namun di sisi lain, ia tetap menampilkan dirinya sebagai sosok “manusia super” yang mampu bekerja lebih keras dari rival yang lebih muda dan menantang usia.
Seorang pejabat senior mengatakan kepada New York Magazine bahwa pembicaraan soal suksesi bukan hanya soal menerima fakta bahwa Trump tidak akan hidup selamanya, tetapi juga tentang bagaimana membuatnya “hidup abadi” melalui para penerus yang ia pilih.
Tonton: Prabowo Panggil Purbaya, Bahlil hingga Panglima ke Hambalang, Bahas Apa?
The Daily Beast menyatakan telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta tanggapan.












