kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Pembeli Menahan Order, Harga Beras India dan Vietnam Mandek


Jumat, 09 Januari 2026 / 09:05 WIB
Pembeli Menahan Order, Harga Beras India dan Vietnam Mandek
ILUSTRASI. Stok beras (ANTARA FOTO/AMPELSA)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga beras ekspor dari India dan Vietnam tercatat stagnan pada pekan ini karena tingginya harga membuat pembeli menahan transaksi.

Sementara itu, harga beras asal Thailand justru turun ke level terendah dalam lima pekan terakhir akibat permintaan yang masih lesu.

Beras parboiled India dengan kadar patah 5% dipatok di kisaran US$355–US$360 per ton, tidak berubah dibandingkan pekan lalu.

Baca Juga: Presiden Jerman: AS Sedang Menghancurkan Tatanan Dunia!

Sementara itu, beras putih India dengan kadar patah 5% dijual pada harga US$350–US$355 per ton.

Harga tersebut bertahan di dekat level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, meski permintaan pasar tergolong lemah.

“Pembeli enggan melakukan pemesanan pada level harga saat ini. Mereka menginginkan harga yang lebih rendah, tetapi penjual tidak bisa menurunkannya karena nilai tukar rupee terus menguat,” ujar seorang eksportir berbasis di Kolkata dilansir Reuters Jumat (9/1/2026).

Di Vietnam, beras dengan kadar patah 5% ditawarkan pada harga US$360–US$365 per ton, juga tidak berubah dari pekan sebelumnya, menurut para pedagang.

“Para pedagang mulai memperlambat aktivitas karena lemahnya permintaan eksternal,” kata seorang pedagang di Ho Chi Minh City.

Baca Juga: Reliance India Pertimbangkan Beli Minyak Venezuela Jika Diizinkan Amerika

Ia menambahkan, permintaan diperkirakan tetap lemah hingga akhir tahun ini. Filipina dan Indonesia diperkirakan akan membatasi pembelian, sementara India justru diprediksi meningkatkan pasokan berasnya ke pasar global.

“China dan negara-negara Afrika biasanya hanya membeli ketika harga benar-benar rendah,” ujarnya.

Data pemerintah Vietnam menunjukkan ekspor beras negara tersebut sepanjang 2025 turun 11,3% menjadi sekitar 8 juta ton. Nilai ekspor beras Vietnam juga anjlok 27,6% menjadi US$4,1 miliar.

Sementara itu, harga beras Thailand dengan kadar patah 5% turun ke US$385 per ton, level terendah dalam lima pekan terakhir, dari US$410 per ton pada pekan sebelumnya.

Baca Juga: Swiss Bekukan Aset Maduro, Jejak Emas Rp87 Triliun Venezuela Terungkap

Seorang pedagang di Bangkok mengatakan permintaan relatif sepi sejak awal tahun. Selain itu, beredar kabar bahwa India akan membuka lelang beras, sehingga para eksportir memilih menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Pasokan memang belum dilepas, tetapi produksi diperkirakan akan berjalan baik,” katanya.

Di sisi lain, Bangladesh berencana membeli 300.000 ton beras melalui tender internasional hingga Juni mendatang, di tengah upaya pemerintah mengendalikan lonjakan harga pangan pokok di dalam negeri.

Pemerintah Bangladesh juga mulai mengimpor beras dari Pakistan setelah perdagangan kedua negara kembali dibuka, dengan tujuan meningkatkan pasokan dan meredakan tekanan harga di pasar domestik.

Selanjutnya: Dirut MKNT: Kami Tidak Ada Pinjaman Bank, Menarik Investor yang Mau Backdoor Listing

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Jumat (9/1)




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×