kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.977   60,00   0,35%
  • IDX 9.116   40,36   0,44%
  • KOMPAS100 1.262   5,57   0,44%
  • LQ45 892   2,60   0,29%
  • ISSI 333   2,55   0,77%
  • IDX30 455   2,11   0,47%
  • IDXHIDIV20 538   4,10   0,77%
  • IDX80 140   0,54   0,39%
  • IDXV30 148   1,40   0,95%
  • IDXQ30 146   0,71   0,49%

Empat Tahun Berturut Populasi China Terus Menurun, Apa Penyebabnya?


Senin, 19 Januari 2026 / 10:48 WIB
Diperbarui Senin, 19 Januari 2026 / 10:54 WIB
Empat Tahun Berturut Populasi China Terus Menurun, Apa Penyebabnya?
ILUSTRASI. Populasi China menurun untuk tahun keempat berturut-turut pada tahun 2025, turun sebesar 3,39 juta jiwa menjadi 1,405 miliar jiwa. (KONTAN/Syamsul Ashar)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Populasi China menurun untuk tahun keempat berturut-turut pada tahun 2025, turun sebesar 3,39 juta jiwa menjadi 1,405 miliar jiwa. Penurunan populasi China di 2025 tersebut lebih cepat daripada tahun 2024, menurut data resmi yang dirilis pada Senin (19/1/2026).

Seperti dikutip Reuters, jumlah total kelahiran di China turun menjadi 7,92 juta pada tahun 2025, angka terendah dalam beberapa dekade, dari 9,54 juta pada tahun 2024. Jumlah kematian meningkat menjadi 11,31 juta dari 10,93 juta pada tahun 2024, menurut data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok.

Populasi China telah menyusut sejak tahun 2022 dan menua dengan cepat, dan telah mempersulit rencana Beijing untuk meningkatkan konsumsi domestik dan mengendalikan utang, dengan ratusan juta orang diperkirakan akan meninggalkan angkatan kerja pada saat anggaran pensiun sudah terbatas.

Baca Juga: Ekonomi China Kuartal IV Melambat ke Level Terendah 3 Tahun, Target Tahunan Tercapai

Pernikahan di China anjlok seperlima pada tahun 2024, penurunan terbesar yang pernah tercatat, dengan lebih dari 6,1 juta pasangan yang mendaftar untuk menikah, turun dari 7,68 juta pada tahun 2023.

Pernikahan biasanya merupakan indikator utama angka kelahiran di Tiongkok.

Namun, pada tahun mendatang, negara tersebut mungkin akan mengalami sedikit peningkatan sementara dalam angka kelahiran, kata para ahli demografi, setelah Tiongkok pada Mei 2025 mulai mengizinkan pasangan untuk menikah di mana saja di negara tersebut - bukan di tempat tinggal mereka - sehingga prosesnya menjadi lebih mudah.

Baca Juga: Kontradiksi PDB China: Target 5% Tercapai, Tapi Terburuk dalam Beberapa Dekade

Selanjutnya: Bitcoin Anjlok ke Bawah 92.000 Gara-Gara Trump, Lihat Proyeksi Support Berikutnya

Menarik Dibaca: Promo Superindo Weekday 19-22 Januari 2026, Kiwi Green-Anggur Red Globe Diskon 40%




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×