kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.039.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.783   -40,00   -0,24%
  • IDX 8.235   -86,97   -1,04%
  • KOMPAS100 1.158   -11,60   -0,99%
  • LQ45 838   -5,18   -0,61%
  • ISSI 293   -4,14   -1,40%
  • IDX30 443   -2,67   -0,60%
  • IDXHIDIV20 534   -1,42   -0,26%
  • IDX80 129   -1,09   -0,84%
  • IDXV30 144   -1,15   -0,79%
  • IDXQ30 143   -0,54   -0,37%

Seberapa Kuat Kemampuan Rudal Balistik Iran? Berikut Gambarannya


Kamis, 26 Februari 2026 / 17:13 WIB
Seberapa Kuat Kemampuan Rudal Balistik Iran? Berikut Gambarannya
ILUSTRASI. IRAN-CRISIS/PROTEST (REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID – Iran kembali menggelar perundingan nuklir dengan Amerika Serikat di Jenewa pada Kamis (26/2/2026).

Salah satu isu sensitif dalam negosiasi tersebut adalah kemampuan rudal balistik Teheran, yang selama ini menjadi perhatian utama Barat.

Berikut gambaran kemampuan dan strategi rudal Iran dilansir dari Reuters Kamis (26/2026):

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil Kamis (26/2), Pasar Tunggu Hasil Perundingan AS-Iran

Apa Itu Rudal Balistik?

Rudal balistik adalah senjata roket yang diarahkan pada fase awal peluncuran, lalu mengikuti lintasan jatuh bebas (free-fall) menuju target.

Hulu ledaknya dapat membawa bahan peledak konvensional, atau secara teoritis muatan biologis, kimia, maupun nuklir.

Negara-negara Barat menilai arsenal rudal Iran sebagai ancaman terhadap stabilitas Timur Tengah dan potensi wahana pengantar senjata nuklir jika Teheran mengembangkan bom atom. Iran sendiri membantah memiliki niat membangun senjata nuklir.

Baca Juga: PM Lawrence Wong: Tak Akan Ada Jobless Growth di Singapura Meski AI Ubah Ekonomi

Jenis dan Jangkauan Rudal Iran

Menurut Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Iran memiliki stok rudal balistik terbesar di Timur Tengah.

Teheran menetapkan batas jangkauan maksimum 2.000 kilometer yang menurut pejabat Iran sudah cukup untuk menjangkau Israel.

Sejumlah fasilitas rudal berada di sekitar Teheran dan beberapa provinsi lain, termasuk lokasi bawah tanah yang disebut “kota rudal” di Kermanshah, Semnan, dan wilayah dekat Teluk.

Baca Juga: Negosiasi Nuklir Iran: Nasib Perundingan Genting di Jenewa!

Berdasarkan kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS), beberapa rudal jarak menengah hingga jauh Iran meliputi:

  • Sejil (2.000 km)
  • Emad (1.700 km)
  • Ghadr (2.000 km)
  • Shahab-3 (1.300 km)
  • Khorramshahr (2.000 km)
  • Hoveyzeh (1.350 km)

Baca Juga: Korea Selatan dan Uni Emirat Arab Teken Kerja Sama Pertahanan Senilai US$35 Miliar

Sementara itu, Arms Control Association menyebut arsenal Iran juga mencakup:

  • Shahab-1 (±300 km)
  • Zolfaghar (700 km)
  • Shahab-3 (800–1.000 km)
  • Emad-1 (dikembangkan, 2.000 km)
  • Model Sejil versi pengembangan (1.500–2.500 km)

Media semi-resmi ISNA pada April 2025 mempublikasikan grafik sembilan rudal yang diklaim mampu menjangkau Israel, termasuk Sejil, Kheibar (2.000 km), dan Haj Qasem (1.400 km).

Selain rudal balistik, Iran juga memiliki rudal jelajah seperti Kh-55 yang diluncurkan dari udara, dengan jangkauan hingga 3.000 km.

Baca Juga: LSEG Berencana Buyback Saham US$4,1 Miliar di Tengah Tekanan Investor dan Ancaman AI

Kapan Terakhir Digunakan?

Pada konflik 12 hari dengan Israel pada Juni 2025, Iran menembakkan rudal balistik ke wilayah Israel yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Lembaga kajian seperti Institute for the Study of War (ISW) menyebut Israel kemungkinan menghancurkan sekitar sepertiga peluncur rudal Iran dalam konflik tersebut, meski Teheran mengklaim telah memulihkan kapasitasnya.

Iran juga pernah:

Menembakkan rudal ke pangkalan udara Al Udeid milik AS di Qatar pada 2025 (tanpa korban).

Meluncurkan rudal ke Irak dan Suriah pada 2024 terhadap target yang diklaim sebagai markas intelijen Israel dan militan ISIS.

Menyerang pangkalan pasukan pimpinan AS di Irak pada 2020 sebagai balasan atas tewasnya Mayor Jenderal Qassem Soleimani akibat serangan drone AS.

Dituduh terlibat dalam serangan drone dan rudal terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada 2019 (dibantah oleh Teheran).

Baca Juga: Presiden Prabowo Temui Raja Jordania, Kompak Wujudkan 2 Negara Palestina-Israel

Strategi dan Pengembangan

Iran menyatakan program rudalnya bersifat defensif dan bertujuan sebagai daya tangkal terhadap Amerika Serikat, Israel, dan potensi ancaman regional lainnya.

Menurut laporan 2023 oleh Behnam Ben Taleblu dari Foundation for Defense of Democracies, Iran terus mengembangkan depot rudal bawah tanah lengkap dengan sistem transportasi dan peluncuran, serta fasilitas produksi dan penyimpanan.

Pada 2020, Iran mengklaim untuk pertama kalinya berhasil meluncurkan rudal balistik dari fasilitas bawah tanah.

Pada Juni 2023, Iran juga memperkenalkan rudal balistik hipersonik buatan dalam negeri, yang menurut media resmi mampu melaju lebih dari lima kali kecepatan suara dan sulit dicegat.

Program rudal Iran disebut banyak mengadopsi desain Korea Utara dan Rusia, serta mendapat manfaat dari bantuan teknis China.

Selanjutnya: Iran Siap Fleksibel dalam Negosiasi Nuklir di Tengah Tekanan Militer AS

Menarik Dibaca: Jadwal Buka Puasa Kota Mojokerto Ramadan 26 Februari 2026




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×