Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Investasi properti di China masih melanjutkan tren penurunan pada empat bulan pertama 2026, menandakan sektor real estat negeri tersebut belum sepenuhnya pulih meski pemerintah terus menggulirkan berbagai stimulus.
Melansir Reuters, data resmi yang dirilis Senin (18/5/2026) menunjukkan, investasi properti China turun 13,7% pada periode Januari–April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Gempa Magnitude 5,2 Guncang Guangxi China, Ribuan Warga Mengungsi
Penurunan ini lebih dalam dibanding kontraksi 11,2% pada kuartal I-2026.
Di sisi lain, penjualan properti berdasarkan luas lantai masih mencatat pelemahan 10,2% pada Januari–April, sedikit membaik dibanding penurunan 10,4% pada tiga bulan pertama tahun ini.
Aktivitas pembangunan baru juga terus tertekan. Luas pembangunan baru tercatat merosot 22,0% setelah sebelumnya turun 20,3% pada kuartal pertama.
Sementara itu, dana yang berhasil dihimpun pengembang properti turun 18,4% pada empat bulan pertama 2026, lebih dalam dibanding penurunan 17,3% pada periode Januari–Maret.
Baca Juga: Australia Blokir Pengaruh China di Tambang Rare Earth Northern Minerals
Data tersebut menunjukkan tekanan likuiditas dan lemahnya permintaan masih membayangi sektor properti China, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu penghambat utama pertumbuhan ekonomi negara tersebut.













