kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Trump Sebut Pengawasan AS atas Venezuela Bisa Berlangsung Bertahun-tahun


Kamis, 08 Januari 2026 / 17:52 WIB
Trump Sebut Pengawasan AS atas Venezuela Bisa Berlangsung Bertahun-tahun
USA-TRUMP/VENEZUELA-MADURO (REUTERS/Anna Rose Layden). Keputusan mengejutkan AS untuk mengelola minyak Venezuela dapat mengubah dinamika pasar global. Ketahui implikasinya bagi Anda.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Amerika Serikat berpotensi mengawasi Venezuela dan mengendalikan pendapatan minyak negara tersebut selama bertahun-tahun ke depan. 

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara panjang dengan The New York Times yang dipublikasikan pada Kamis (8/1/2026).

Trump mengatakan belum ada batas waktu pasti terkait lamanya pengawasan AS atas Venezuela. Saat ditanya apakah pengawasan itu akan berlangsung selama beberapa bulan atau satu tahun, Trump menjawab kemungkinan waktunya jauh lebih lama. 

“Hanya waktu yang akan menjawab. Saya kira akan jauh lebih lama,” ujarnya.

Baca Juga: Kuba Berduka: 32 Warga Tew

as dalam Serangan AS di Venezuela

Trump menyebut AS akan membangun kembali Venezuela “dengan cara yang sangat menguntungkan”. Pernyataan itu merujuk pada operasi militer AS pada 3 Januari lalu yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah serangan malam hari.

Menurut Trump, Amerika Serikat akan memanfaatkan minyak Venezuela untuk menekan harga minyak dunia, sekaligus menyalurkan sebagian dana kepada Venezuela. “Kami akan menggunakan minyak, mengambil minyak, menurunkan harga minyak, dan memberi uang kepada Venezuela yang sangat mereka butuhkan,” katanya.

Trump juga mengklaim hubungan AS berjalan sangat baik dengan pemerintahan presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, yang sebelumnya dikenal sebagai loyalis Maduro dan pernah menjabat wakil presiden.

Trump menolak menjelaskan alasan AS tidak menyerahkan kekuasaan kepada kelompok oposisi Venezuela, yang sebelumnya diakui Washington sebagai pemenang sah pemilu 2024. 

Baca Juga: Trump Sebut Militer AS Serang Kapal Narkoba Venezuela, 11 Orang Tewas

Namun, ia menegaskan komunikasi dengan pemerintah Venezuela berlangsung intens. Meski mengaku tidak berbicara langsung dengan Rodriguez, Trump mengatakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio rutin berkomunikasi dengannya.

Pada Selasa lalu, Trump mengumumkan rencana AS untuk memurnikan dan menjual hingga 50 juta barel minyak Venezuela yang selama ini tertahan akibat blokade AS. Ia menyebut pemerintah Venezuela telah memenuhi semua persyaratan yang diminta Washington.

Dalam wawancara tersebut, The New York Times juga melaporkan adanya perubahan sikap Trump terhadap Kolombia. Trump disebut telah mencabut ancaman aksi militer terhadap negara tetangga Venezuela itu setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro.

Trump sebelumnya sempat mengancam akan melakukan operasi militer terhadap Kolombia dan melontarkan pernyataan keras terhadap Petro. Namun, setelah percakapan telepon yang berlangsung sekitar satu jam, ancaman tersebut dinilai mereda. 

Baca Juga: Kuba Klaim 32 Warganya Tewas dalam Operasi Militer AS di Venezuela, Havana Berkabung

Trump bahkan menyebut pembicaraan itu berlangsung baik dan menyampaikan harapannya untuk bertemu Petro dalam waktu dekat. Petro sendiri menggambarkan percakapan itu sebagai dialog yang bersahabat.

Trump menegaskan Amerika Serikat berniat “mengelola” Venezuela, meski pejabat AS menyebut pendekatan saat ini adalah memperluas pengaruh tanpa melakukan pendudukan militer penuh.

Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, mengalami kemerosotan ekonomi dalam beberapa dekade terakhir. Krisis tersebut memicu eksodus sekitar delapan juta warga Venezuela ke luar negeri. 

Pemerintah AS dan oposisi Venezuela selama ini menyalahkan korupsi, salah kelola, dan kekerasan oleh Partai Sosialis yang berkuasa, sementara Maduro menuding sanksi AS sebagai penyebab utama kerusakan ekonomi.

Sejumlah pejabat tinggi AS menilai pengendalian penjualan dan pendapatan minyak Venezuela diperlukan tanpa batas waktu untuk memulihkan industri minyak dan membangun kembali perekonomian negara tersebut.

Baca Juga: Rusia Kecam Agresi Bersenjata AS ke Venezuela, Minta Dewan Keamanan PBB Bersidang

Trump dijadwalkan bertemu dengan pimpinan perusahaan minyak besar di Gedung Putih pada Jumat untuk membahas peningkatan produksi minyak Venezuela. 

Perwakilan dari Exxon Mobil, ConocoPhillips, dan Chevron disebut akan hadir. Ketiga perusahaan itu memiliki pengalaman lama beroperasi di Venezuela, meski hingga kini menolak memberikan komentar.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pemerintah telah berkomunikasi dengan para CEO perusahaan minyak tersebut segera setelah penangkapan Maduro. 

Ia menyebut perusahaan-perusahaan itu siap berperan sebagai penasihat dan mitra dalam proses pemulihan sektor minyak Venezuela, meski investasi besar tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×