kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Inggris dan China jajaki hubungan kerjasama


Selasa, 26 Juli 2016 / 11:00 WIB


Reporter: Shuliya Indriya Ratanavara | Editor: Yudho Winarto

Selain respon positif datang dari China, Hammond mengakui, dirinya tidak merasa Uni Eropa akan mempersulit proses negosiasi dagang dengan China. “Saya rasa tidak ada yang namanya hukuman dari Uni Eropa,” kata Hammond kepada BBC.

Yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana Inggris yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia dapat memanfaatkan keputusan keluar dari Uni Eropa.

Penting bagi Negeri Ratu Elizabeth itu membangun kembali perjanjian dagang dengan Uni Eropa pasca Brexit sekaligus menjalin hubungan dengan negara-negara lain di luar Uni Eropa.

Perlu diketahui pula, sebelumnya China tidak pernah mengadakan perjanjian dagang dengan negara Uni Eropa mana pun.                




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×