kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Inggris dan China jajaki hubungan kerjasama


Selasa, 26 Juli 2016 / 11:00 WIB


Reporter: Shuliya Indriya Ratanavara | Editor: Yudho Winarto

Selain respon positif datang dari China, Hammond mengakui, dirinya tidak merasa Uni Eropa akan mempersulit proses negosiasi dagang dengan China. “Saya rasa tidak ada yang namanya hukuman dari Uni Eropa,” kata Hammond kepada BBC.

Yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana Inggris yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia dapat memanfaatkan keputusan keluar dari Uni Eropa.

Penting bagi Negeri Ratu Elizabeth itu membangun kembali perjanjian dagang dengan Uni Eropa pasca Brexit sekaligus menjalin hubungan dengan negara-negara lain di luar Uni Eropa.

Perlu diketahui pula, sebelumnya China tidak pernah mengadakan perjanjian dagang dengan negara Uni Eropa mana pun.                




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×