Sumber: Business Times | Editor: Noverius Laoli
3. Emas
Sementara itu, emas dinilai bukan sekadar safe haven musiman, melainkan aset lindung nilai global dengan dukungan struktural yang kuat. Meski harga emas sempat melonjak pasca operasi militer AS di Venezuela, UOB menegaskan reli emas tidak hanya dipicu faktor jangka pendek.
Menurut UOB, emas memiliki keunikan sebagai satu-satunya aset dunia nyata yang dimiliki bank sentral sebagai cadangan devisa. Faktor ini, ditambah meningkatnya volatilitas global, menjadikan emas sebagai safe haven de facto di tingkat global.
Melihat tren tersebut, UOB menaikkan proyeksi harga emas secara signifikan.
Baca Juga: Harga Emas Anjlok! Optimisme Dagang AS–China Bikin Investor Lepas Aset Safe Haven
Harga emas diperkirakan mencapai US$4.400 per ounce pada kuartal I-2026, naik menjadi US$4.600 pada kuartal II, US$4.800 pada kuartal III, dan menembus US$5.000 per ounce pada kuartal IV-2026.
Dengan prospek ini, UOB menilai yen Jepang, dolar Singapura, dan emas akan menjadi tiga pilar utama perlindungan nilai aset investor di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu.













