kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Serangan Ukraina di Kursk Uji Keberanian Wajib Militer Muda Rusia


Kamis, 29 Agustus 2024 / 20:41 WIB
Para wajib militer Rusia yang dipanggil untuk dinas militer berbaris sebelum berangkat ke garnisun dari pusat perekrutan, di tengah konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, di Bataysk, wilayah Rostov, Rusia, 16 Mei 2024. REUTERS/Sergey Pivovarov/Foto Arsip


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  LONDON. Serangan pasukan Ukraina di wilayah Kursk, Rusia, menguji keberanian para prajurit wajib militer muda. 

Salah satu kisah yang mencuat adalah Husain, seorang prajurit wajib militer berusia 21 tahun. 

Sebelum ditangkap oleh Ukraina, ia sempat menghubungi istrinya, Liana, dan meyakinkannya bahwa situasi di sana baik-baik saja, meskipun wilayah tersebut berada hanya 15 km dari perbatasan Ukraina.

Pada 4 Agustus, Husain memberi tahu istrinya bahwa keadaan di kampnya tenang, hanya terdengar suara drone di atas kepala. Namun, dua hari kemudian, serangan besar-besaran pasukan Ukraina di Kursk mengubah segalanya. 

Baca Juga: Rusia Tawarkan Bonus Rp 357,3 juta kepada Warga Moskow untuk Berperang di Ukraina

Ribuan pasukan Ukraina menerobos perbatasan, memicu pertempuran sengit yang menyebabkan banyak prajurit Rusia tewas atau tertangkap.

Selama tiga minggu, Liana tidak mendengar kabar dari suaminya. Hingga akhirnya, pada hari Minggu, Husain menghubunginya dari sebuah rumah sakit di Moskow. Dia menceritakan bahwa hanya dia dan dua wajib militer lainnya yang selamat dari serangan tersebut. 

Serangan Ukraina ini telah memicu kembali perdebatan di Rusia mengenai penggunaan prajurit wajib militer yang masih muda dan minim pengalaman dalam pertempuran. 

Meskipun Presiden Vladimir Putin pernah menyatakan bahwa prajurit wajib militer tidak akan dikirim ke medan perang, kenyataannya berbeda. 

Baca Juga: Rusia Perintahkan Evakuasi 20.000 Warga Lagi Saat Serangan Ukraina Berlanjut

Beberapa laporan mengungkapkan bahwa ratusan wajib militer telah dikerahkan ke Kursk untuk mempertahankan wilayah dari serangan Ukraina. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×